- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

,

Resep Silky Pudding


[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Pengen bikin-bikin snack buat Levi, yang kepikiran cuma silky pudding. Alasannya karena anaknya pernah coba makan, dan doyan! Gambling banget sih kalo mau bikin makanan buat anak itu. Googling sana-sini, akhirnya nemu yang saya mau. Untuk first trial, saya bikin seperlima dari resep aslinya. Selain karena baru coba (kalo ga habis, saya ga mau makan soalnya, biasa, dairy product :p), susu UHT yang ada ternyata kurang banget. Hahahhaa... 

Resep dari saya ini memang hanya menghasilkan 3 cup kecil-kecil saja (as on picture). Kalau mau bikin yang full resepnya, sila contek di sini. Beberapa yang saya sesuaikan adalah saya tidak pakai susu kedelai dan vla instan. Setelah jadi, puddingnya sangat silky. Tapi ga terlalu cair sampai bisa dimakan pakai sedotan, ya. Jadi silky, tapi klemer-klemer gitu (bahasa apa iniii XD).

Resep Silky Pudding

Bahan:
- 2gr Nutrijell (saya pakai rasa leci, ini seperlima dari bungkus yang mini, ya)
- 400ml susu UHT (saya pakai susu Ultra full cream)
- 15gr gula pasir
- Setengah sdm tepung maizena
- Potongan buah (optional)


Cara masak: 
Masukkan bubuk jelly, gula, dan maizena ke dalam panci. Aduk-aduk sampai tercampur. Masukkan sedikit bagian susu untuk melarutkan bahan tadi, aduk sampai tidak ada yang menggumpal. Masukkan sisa susu, aduk sekali lagi.
Nyalakan kompor dengan api sedang. Masak pudding dengan diaduk-aduk pelan. Ketika sudah mulai meletup-letup, matikan api.
Tuang pudding ke dalam gelas-gelas kecil.
 

Ini kalau bikin resep full, sekitar 15 cup kecil.
 Beberapa hal tentang pudding ini:
1. Masak pudding harus benar-benar sambil diaduk terus, jangan disambi yang lain. Karena bagian bawah panci bisa lengket dan gosong.
2. Apakah bisa menggunakan cetakan agar-agar yang besar? Jawabannya: tidak. Karena tekstur silky pudding tidak kokoh. Jadi memang harus ditempatkan di gelas atau mangkuk kecil.[]

,

Resep Nugget Ayam Sayur


[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Karena si Levi yang makannya susah level langit ketujuh dan hanya mau pake nugget, akhirnya sang emak mencoba bikin nugget sendiri.

Resep Nugget Ayam Sayur


Bahan:
- Daging ayam (boneless, aku pake sekitar 250gr aja) dicacah halus, kalau punya food processor boleh digunakan untuk menghaluskan
- Tepung tapioka (saya pakai merk Rose Brand)
- Telur ayam 1 butir

Bumbu:
- Bawang putih 3 siung, iris, goreng sebentar lalu tumbuk
- Bawang bombay seperempat siung besar, cacah halus
- Lada bubuk, pala bubuk, gula, garam secukupnya
- Bumbu kaldu bubuk (optional)

Bahan tambahan:
- Brokoli dicacah
- Wortel diparut
Keduanya kemudian diblansir sebentar, bisa ditambah keju juga
Cara masak:
Campur ayam, telur dan bumbu, aduk sampai semua terasa rata. Masukkan tapioka sedikit demi sedikit, uleni, rasakan sampai kalis. Goreng sedikit adonan untuk koreksi rasa dan tekstur.

Siapkan loyang (saya pakai loyang kaca yg biasa untuk macaroni schotel, hehe), lapisi dengan minyak sayur tipis-tipis. Siapkan panci kukus, masukkan semua adonan ke dalam loyang. Kukus hingga matang (kalau tidak matang, bagian dalamnya bisa basah), approx 30 sampai 45 menit. Setelah selesai dikukus, didinginkan dahulu, baru dipotong-potong. 
Ini pudng adonannya setelah selesai dikukus.
Setelah itu dilapisi telur dan panir. Kalau mau sedikit ribet dan boros telur, boleh ulangi step ini sekali lagi biar lapisan panirnya tebal. Kelebihannya memang nuggetnya jadi crispy sekali. Masukkan ke freezer sebentar sebelum digoreng agar lapisan panir menempel sempurna =-) 
Adonan seperempat kilo bisa buat satu kotak ukuran medum (as on picture)
Beberapa hal seputar bikin nugget ini:
1. Sebetulnya kalo dagingnya dihaluskan pake food processor akan memudahkan kita, tapi setelah nugget ini jadi, rasanya daging ayam yg dicacah lebih pas untuk tekstur nugget. Karena kalo terlalu halus malah kayak bakso. Ini referensi saya, ya. Jika lebih suka nugget dengan tekstur halus, monggo pakai food processor.
2. Persoalan loyang sebaiknya disesuaikan dengan ukuran panci untuk mengkukus. Jangan sampai udah disiapkan loyang yang lebar, tapi ternyata pancinya kecil.
3. Ada yang pakai lembaran plastik sebagai alas kukus. Saya gak sarankan itu. Lebih baik olesi loyang dengan minyak sayur, karena ini sudah cukup membuat adonan jadi licin dan mudah dikeluarkan dari loyangnya.[]

What's your favorite selfindulgence? Mine is bath and after bath routine. Sepele, ya. Tapi bagi saya aktivitas mandi dan setelahnya yang bikin seger itu adalah salah satu mood booster. It's a simple daily basis self indulgence.

Pada tiap mandi, biasanya saya gak hanya sabunan untuk bebersih badan. Kadang pakai hair mask, kadang scrubbing (muka atau badan atau kaki), hingga menyikat kaki. Oiya, kaki yang disikat rutin bisa lebih cerah dibandingkan yang tidak disikat, lho. 

Dulu saya gak peduli soal memilih sabun mandi, lho. Cukup Lifebuoy atau Lux. Yang penting habis mandi wangi sabun, sudah. Tapi lama-lama saya ngerasa kulit jadi kering sekali. Terutama kaki. Udah males ga pernah pake lotion, milih sabun pun asal-asalan. Akhirnya, saya benahi pilihan-pilihan saya soal produk mandi. Memilih merk dan produk yang tepat dan mendisiplinkan diri untuk merawat kulit, menurut saya adalah aktivitas demi investasi diri. Meski sehari-hari hanya di rumah sekalipun, merawat diri itu wajib hukumnya. It's kinda compliment to your own self.

Lalu, kenapa memilih sabun cair (berbentuk shower gel atau body wash)? Pertama, karena menurut saya sabun batangan tidak cukup melindungi kelembapan kulit. Kedua, memakai sabun cair bisa dengan shower puff sambil membersihkan kulit. Ketiga, biasanya sabun cair punya banyak varian wewangian dibanding sabun batangan.

Dulu, saya sudah agak lama beli shower gelnya Palmolive yang Morning Tonic. Tapi ga pernah dipake *zzz*. Lalu akhirnya coba dipake dan nagih! Palmolive ini adalah shower gel yang kalo dipake dikit aja busanya buanyaaakk. Asik banget buat mandi-mandi pake shower puff. Wangi Morning Tonic pun enak, segeerrr banget tangerine-nya. Lumayan long last. Dan seperti shower gel pada umumnya yang meninggalkan kesan licin-licin setelah mandi, Palmolive juga begitu. Kalo ga terbiasa memang gak enak rasanya. Tapi menurut saya, kesan licin itu untuk mengunci kelembapan kulit sehabis mandi yang kerap hilang karena memakai sabun.

Ketika Palmolive menjelang habis, saya ketemu sama Dove body wash varian pomegranate & lemon verbana scent. Yes, I'm a fan of Dove products. Hampir semua toiletries dari sampo, conditioner, hair serum, sampe deodorant pakenya Dove. Pernah coba body washnya yang cucumber, tapi ga suka wanginya. Pas coba cium yang pome ini kok seger-seger manis gitu. Akhirnya ambil, deh yang 400ml, harganya 35 ribu sajaaa. Pas dicoba, body wash ini termasuk milk bath karena teksturnya bukan shower gel. Dan seperti biasa, Dove selalu banyak moisturizernya. Kesan after bathnya juga ga licin-licin. Wanginya beneran manis-segar, meski gak begitu long last. Afterall, saya malah bayangin jika pake lotionnya. Eh, ada gak sih?

Segarnya aktivitas mandi akan memberi kesan refreshing. Mood juga bisa jadi lebih baik setelahnya. Apalagi kalau ada treatment lanjutan setelah mandi. Pakai body butter, body mist, pelembab sampai lipgloss.

Serius itu dilakuin semua?

Kalo lagi rajin dan sempat, iya. Gak perlu nunggu agenda keluar rumah dulu, baru bebersih dan merawat badan, kan ya? Dan mandi jangan sekadar mandi, kan yes. *butuh justifikasi* :p

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers