- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

,

Resep Crumbled Almond Brownies


 [Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Udah lama penasaran sama resep "flourless brownies" yang katanya moist dan choco bangeettt. Trus penasaran juga sama crumble cake yang katanya ngehits di salah satu kafe kecil di Jakarta. Aish, karena saya amatir dan pemalas, saya gabung aja deh dua-duanya jadi: crumbled almond brownies. Wiiiww...

Brownies ini cocok buat yang diet gluten karena sama sekali tidak pakai terigu. Cuma sayangnya si crumble pakai terigu meski hanya sedikit. Kalau mau, terigu di crumble-nya silakan skip dan diganti jenis tepung lain. Mungkin hasilnya bisa sama saja dengan terigu, CMIIW.

Resep brownies saya modif dari resep asli di sini. Seperti biasa, saya bikin setengah resep dulu buat trial. Sementara resep crumble-nya saya modif dari hasil googling. Langsung aja, ya. Ini dia resepnya.

RESEP CRUMBLED ALMOND BROWNIES

Bahan brownies:
- 70gr dark cooking chocolate
- 62ml soya oil
- 2 butir telur
- 85gr gula pasir
- 70gr cokelat bubuk
- 1/2 sdt garam
- 2 sdt vanilli bubuk

Bahan crumble almond:
- 12gr gula pasir
- 12gr margarine
- 25gr tepung terigu
- 20gr buttered almond (atau bahan lain)

Cara membuat brownies:
Lelehkan cokelat dengan cara ditim. Setelah sempurna meleleh, sisihkan.
Mixer gula pasir bersama telur sampai mengembang dan gula pasir larut (sekitar 10 menit).
Masukkan cokelat leleh dan minyak, mixer dengan speed rendah.
Masukkan cokelat bubuk, garam dan vanilli bubuk, aduk sampai rata.
Panaskan oven dan siapkan loyang. Oles sisi-sisi dalam loyang dengan margarine.

Cara membuat crumble almond:
Campur semua bahan dalam satu wadah, aduk-aduk dengan tangan bersih sampai margarin dan semua bahan tercampur rata.

Tuang adonan brownies ke dalam loyang, lalu berurutan crumble-nya ditabur rata di atas brownies.
Panggang selama 30 menit. Cek kematangan secara berkala.



Tentang crumble almond brownies:
1. Kalau mau bikin versi banyaknya, sila digandakan dari takaran resep ini.
2. Buttered almond yang saya pakai ada banyak yang jual, kok. Bedanya selain di rasa (manis-gurih butter) adalah aromanya ketika dipanggang. Wangiiiiii banget. Antara wangi cokelat dan si butter almond *yumm*
3. Saya pakai soya oil karena hanya minyak itu yang ada di rumah. Yang punya coconut oil, sila dipakai agar ikut resep asli.
4. Telur yang saya gunakan adalah telur stok di kulkas, bukan telur segar pada suhu kamar. Ketika dimixer tetap mengembang meski tidak signifikan.

,

Resep Nugget Tuna


[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Bikin nugget (lagi). Kali ini pakai daging ikan tuna. Berencana bikin dua versi: yang original dan spicy. Resepnya ambil dari mbak Ocha Chupid dengan modifikasi sana-sini. Sila kalau mau bikin dari resep asli atau ikut takaran saya.

RESEP NUGGET TUNA (dua rasa)

Bahan:
- 125gr daging tuna, cacah kecil-kecil (bisa dihaluskan dengan food processor)
- 125gr fillet ayam, cacah halus
- 50gr wortel, serut lalu diblansir sebentar
- Tepung tapioka
- 2 butir telur ayam

Bumbu:
- 5 siung bawang putih, cincang lalu digoreng sampai cokelat dan harum, haluskan
- Setengah siung bawang bombay, parut atau cacah halus
- 1sdm kaldu bubuk (saya pakai merk Nafisa)
- 1sdt pala bubuk
- Lada bubuk, gula pasir, secukupnya
- Minyak goreng untuk olesan loyang dan menggoreng

Bumbu tambahan versi spicy (ditambahkan setelah adonan terbagi dua):
- 3sdm mayonaise
- 1sdt cabe bubuk
(Bisa ada penambahan tapioka dan sedikit kaldu bubuk jika adonan dirasa terlalu basah karena mayonaise.)

Bahan celupan:
- 2 butir telur ayam
- sebungkus tepung panir kuning

Cara membuat:
Campur semua bahan dan bumbu kecuali tepung tapioka. Aduk sampai daging tercampur dengan bumbu.
Masukkan tapioka sedikit-sedikit sampai sudah terasa cukup kalis.
Goreng sedikit adonan untuk mengoreksi rasa.
Bagi adonan menjadi dua, sisihkan adonan original. Masukkan bumbu spicy untuk adonan kedua. Aduk lagi sampai semua tercampur rata.
Siapkan tempat untuk mengukus adonan. Oles tempat mengukus dengan minyak goreng sebelum adonan dimasukkan. Ini penting untuk membuat adonan masak jadi mudah dilepas usai dikukus.
Kukus adonan selama minimal 20 menit.
Angkat setelah selesai dikukus, dinginkan lalu potong sesuai selera.
Celup beturut-turut ke dalam kocokan telur dan tepung panir. Susun nugget yang telah selesai dipanir ke dalam box. Simpan dalam kulkas.



Tentang nugget tuna:
1. Menurut saya ikan berdaging merah seperti tuna dan salmon lebih amis dari ikan berdaging putih. Jika tidak suka atau sulit mencari tuna, bisa disubsitusi dengan tenggiri, kakap atau gurame.
2. Kali ini saya skip penggunaan brokoli. Sebetulnya jika ada, ingin sekali pakai. Kalau mau pakai brokoli, caranya sama dengan wortel. Cacah daunnya, lalu blansir sebentar.
3. Menurut saya, level asin dan gurih nugget ini memang tidak gurih seperti nugget pabrikan. Mungkin yang senang asin-gurih bisa koreksi rasa dan menambahkan lagi kaldu bubuk atau garam ke dalam adonannya.
4. Setelah adonan dibagi, adonan yang original bisa masuk kukusan terlebih dulu sementara kita mengerjakan adonan yang spicy. Jika punya panci kukusan kecil, cara ini bisa sangat efisien. 

5. Jangan sampai lupa mengoles minyak untuk tempat kukusan. Sepele tapi akan menyusahkan ketika akan melepas adonan dari tempatnya.
6. Dengan 1sdt cabe bubuk ternyata nuggetnya sama sekali tidak pedas, lho. Saya pakai cabe bubuk merk Koepu-koepu. Lain kali mungkin ditambahkan lagi cabe bubuknya.[]

Postingan masak-masak lagi, nih! Sekarang temanya olahan roti. Etapi bukan bikin roti, lho! Ini mau bahas gimana bersiasat dengan roti tawar sisa. Kadang kan popularitas roti tawar di rumah berkurang drastis setelah hari kedua. Kalau tekstur rotinya kering, wah tambah gak ada yang mau makan, deh. Jangan dibuang, ya. Sisa roti tawar yang mulai kering itu bisa diolah jadi dua macam snack gurih. Yaitu, roti goreng dan garlic breadsticks.

ROTI GORENG
Bahas soal roti goreng, rasanya hampir semua orang tahu dan bisa bikinnya, ya. Kalau saya, roti tawarnya diisi pake bratwurst yang dipanggang sebentar pakai margarin. Bratwurstnya lalu ditemani mayonaise dan sedikit saus. Tutup roti, gulingkan berturut-turut di kocokan telur lalu tepung panir. Gampang kan?

Tentang roti goreng:
Menurut saya bagian sulitnya adalah ketika menutup roti. Ditekan-tekan pakai jari, gak menyatu. Waktu habis dicelup telur, tetap mangap. Akhirnya setelah selesai dipanir, saya tutup dengan tusuk gigi, hahaha. Kalau dimasukkan freezer sebentar, cukup membantu sih. Tapi tetap agak mangap. Ini bisa jadi karena roti tawarnya sudah kering.

GARLIC BREADSTICKS
Waktu bikin roti goreng, kulit roti tawarnya sengaja saya potong dan sisihkan untuk membuat garlic breadsticks. Hasilnya wangiiii dan rasanya mirip garlic breadnya P**za H**, hihihi. Ini pengakuannya Chiya, lho. :p
 
Bahan:
Kulit roti tawar (saya pakai kulit dari 5 lembar sisa roti tawar)

Bumbu olesan:
Margarin
Sebutir telur
Sesiung bawang putih, geprek halus
Oregano (mau diganti parsley kering juga bisa)
Cabe bubuk (optional)

Cara membuat:
Campur semua bahan olesan jadi satu. Margarinnya dihancurkan pakai garpu, jangan dilelehkan, biar nanti meleleh sendiri ketika dipanggang. Aduk semua sampai rata. Olesi kulit roti dengan kuas. Panggang sampai kecokelatan. Done!

Tentang garlic breadsticks:
1. Saya memanggang menggunakan teflon, karena oven dua-duanya ada di atas lemari *zzzz*. Yang penting, ketika memanggang diawasi besaran apinya supaya tidak gosong. Karena tidak butuh waktu lama untuk membuat kulit rotinya kecokelatan.


2. Mau ditambah parmesan? Bisaa. Atau lada bubuk? Boleehh. Yang pasti dicocol saus enyaaakkk bangeeett...[]

,

Resep Silky Pudding


[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Pengen bikin-bikin snack buat Levi, yang kepikiran cuma silky pudding. Alasannya karena anaknya pernah coba makan, dan doyan! Gambling banget sih kalo mau bikin makanan buat anak itu. Googling sana-sini, akhirnya nemu yang saya mau. Untuk first trial, saya bikin seperlima dari resep aslinya. Selain karena baru coba (kalo ga habis, saya ga mau makan soalnya, biasa, dairy product :p), susu UHT yang ada ternyata kurang banget. Hahahhaa... 

Resep dari saya ini memang hanya menghasilkan 3 cup kecil-kecil saja (as on picture). Kalau mau bikin yang full resepnya, sila contek di sini. Beberapa yang saya sesuaikan adalah saya tidak pakai susu kedelai dan vla instan. Setelah jadi, puddingnya sangat silky. Tapi ga terlalu cair sampai bisa dimakan pakai sedotan, ya. Jadi silky, tapi klemer-klemer gitu (bahasa apa iniii XD).

Resep Silky Pudding

Bahan:
- 2gr Nutrijell (saya pakai rasa leci, ini seperlima dari bungkus yang mini, ya)
- 400ml susu UHT (saya pakai susu Ultra full cream)
- 15gr gula pasir
- Setengah sdm tepung maizena
- Potongan buah (optional)


Cara masak: 
Masukkan bubuk jelly, gula, dan maizena ke dalam panci. Aduk-aduk sampai tercampur. Masukkan sedikit bagian susu untuk melarutkan bahan tadi, aduk sampai tidak ada yang menggumpal. Masukkan sisa susu, aduk sekali lagi.
Nyalakan kompor dengan api sedang. Masak pudding dengan diaduk-aduk pelan. Ketika sudah mulai meletup-letup, matikan api.
Tuang pudding ke dalam gelas-gelas kecil.
 

Ini kalau bikin resep full, sekitar 15 cup kecil.
 Beberapa hal tentang pudding ini:
1. Masak pudding harus benar-benar sambil diaduk terus, jangan disambi yang lain. Karena bagian bawah panci bisa lengket dan gosong.
2. Apakah bisa menggunakan cetakan agar-agar yang besar? Jawabannya: tidak. Karena tekstur silky pudding tidak kokoh. Jadi memang harus ditempatkan di gelas atau mangkuk kecil.[]

,

Resep Nugget Ayam Sayur


[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Karena si Levi yang makannya susah level langit ketujuh dan hanya mau pake nugget, akhirnya sang emak mencoba bikin nugget sendiri.

Resep Nugget Ayam Sayur


Bahan:
- Daging ayam (boneless, aku pake sekitar 250gr aja) dicacah halus, kalau punya food processor boleh digunakan untuk menghaluskan
- Tepung tapioka (saya pakai merk Rose Brand)
- Telur ayam 1 butir

Bumbu:
- Bawang putih 3 siung, iris, goreng sebentar lalu tumbuk
- Bawang bombay seperempat siung besar, cacah halus
- Lada bubuk, pala bubuk, gula, garam secukupnya
- Bumbu kaldu bubuk (optional)

Bahan tambahan:
- Brokoli dicacah
- Wortel diparut
Keduanya kemudian diblansir sebentar, bisa ditambah keju juga
Cara masak:
Campur ayam, telur dan bumbu, aduk sampai semua terasa rata. Masukkan tapioka sedikit demi sedikit, uleni, rasakan sampai kalis. Goreng sedikit adonan untuk koreksi rasa dan tekstur.

Siapkan loyang (saya pakai loyang kaca yg biasa untuk macaroni schotel, hehe), lapisi dengan minyak sayur tipis-tipis. Siapkan panci kukus, masukkan semua adonan ke dalam loyang. Kukus hingga matang (kalau tidak matang, bagian dalamnya bisa basah), approx 30 sampai 45 menit. Setelah selesai dikukus, didinginkan dahulu, baru dipotong-potong. 
Ini pudng adonannya setelah selesai dikukus.
Setelah itu dilapisi telur dan panir. Kalau mau sedikit ribet dan boros telur, boleh ulangi step ini sekali lagi biar lapisan panirnya tebal. Kelebihannya memang nuggetnya jadi crispy sekali. Masukkan ke freezer sebentar sebelum digoreng agar lapisan panir menempel sempurna =-) 
Adonan seperempat kilo bisa buat satu kotak ukuran medum (as on picture)
Beberapa hal seputar bikin nugget ini:
1. Sebetulnya kalo dagingnya dihaluskan pake food processor akan memudahkan kita, tapi setelah nugget ini jadi, rasanya daging ayam yg dicacah lebih pas untuk tekstur nugget. Karena kalo terlalu halus malah kayak bakso. Ini referensi saya, ya. Jika lebih suka nugget dengan tekstur halus, monggo pakai food processor.
2. Persoalan loyang sebaiknya disesuaikan dengan ukuran panci untuk mengkukus. Jangan sampai udah disiapkan loyang yang lebar, tapi ternyata pancinya kecil.
3. Ada yang pakai lembaran plastik sebagai alas kukus. Saya gak sarankan itu. Lebih baik olesi loyang dengan minyak sayur, karena ini sudah cukup membuat adonan jadi licin dan mudah dikeluarkan dari loyangnya.[]

What's your favorite selfindulgence? Mine is bath and after bath routine. Sepele, ya. Tapi bagi saya aktivitas mandi dan setelahnya yang bikin seger itu adalah salah satu mood booster. It's a simple daily basis self indulgence.

Pada tiap mandi, biasanya saya gak hanya sabunan untuk bebersih badan. Kadang pakai hair mask, kadang scrubbing (muka atau badan atau kaki), hingga menyikat kaki. Oiya, kaki yang disikat rutin bisa lebih cerah dibandingkan yang tidak disikat, lho. 

Dulu saya gak peduli soal memilih sabun mandi, lho. Cukup Lifebuoy atau Lux. Yang penting habis mandi wangi sabun, sudah. Tapi lama-lama saya ngerasa kulit jadi kering sekali. Terutama kaki. Udah males ga pernah pake lotion, milih sabun pun asal-asalan. Akhirnya, saya benahi pilihan-pilihan saya soal produk mandi. Memilih merk dan produk yang tepat dan mendisiplinkan diri untuk merawat kulit, menurut saya adalah aktivitas demi investasi diri. Meski sehari-hari hanya di rumah sekalipun, merawat diri itu wajib hukumnya. It's kinda compliment to your own self.

Lalu, kenapa memilih sabun cair (berbentuk shower gel atau body wash)? Pertama, karena menurut saya sabun batangan tidak cukup melindungi kelembapan kulit. Kedua, memakai sabun cair bisa dengan shower puff sambil membersihkan kulit. Ketiga, biasanya sabun cair punya banyak varian wewangian dibanding sabun batangan.

Dulu, saya sudah agak lama beli shower gelnya Palmolive yang Morning Tonic. Tapi ga pernah dipake *zzz*. Lalu akhirnya coba dipake dan nagih! Palmolive ini adalah shower gel yang kalo dipake dikit aja busanya buanyaaakk. Asik banget buat mandi-mandi pake shower puff. Wangi Morning Tonic pun enak, segeerrr banget tangerine-nya. Lumayan long last. Dan seperti shower gel pada umumnya yang meninggalkan kesan licin-licin setelah mandi, Palmolive juga begitu. Kalo ga terbiasa memang gak enak rasanya. Tapi menurut saya, kesan licin itu untuk mengunci kelembapan kulit sehabis mandi yang kerap hilang karena memakai sabun.

Ketika Palmolive menjelang habis, saya ketemu sama Dove body wash varian pomegranate & lemon verbana scent. Yes, I'm a fan of Dove products. Hampir semua toiletries dari sampo, conditioner, hair serum, sampe deodorant pakenya Dove. Pernah coba body washnya yang cucumber, tapi ga suka wanginya. Pas coba cium yang pome ini kok seger-seger manis gitu. Akhirnya ambil, deh yang 400ml, harganya 35 ribu sajaaa. Pas dicoba, body wash ini termasuk milk bath karena teksturnya bukan shower gel. Dan seperti biasa, Dove selalu banyak moisturizernya. Kesan after bathnya juga ga licin-licin. Wanginya beneran manis-segar, meski gak begitu long last. Afterall, saya malah bayangin jika pake lotionnya. Eh, ada gak sih?

Segarnya aktivitas mandi akan memberi kesan refreshing. Mood juga bisa jadi lebih baik setelahnya. Apalagi kalau ada treatment lanjutan setelah mandi. Pakai body butter, body mist, pelembab sampai lipgloss.

Serius itu dilakuin semua?

Kalo lagi rajin dan sempat, iya. Gak perlu nunggu agenda keluar rumah dulu, baru bebersih dan merawat badan, kan ya? Dan mandi jangan sekadar mandi, kan yes. *butuh justifikasi* :p
Aplikasi edit foto di android saya

Lanjut bahas soal social media photography, ya. Setelah kemarin soal proses fotonya, sekarang bahas aplikasi fotografinya. Karena saya pakai android, jadi aplikasi yang mau saya bahas adalah aplikasi yang available di play store android. Yuk, cus.
We start from the paid and free app. Saya hanya punya dua aplikasi berbayar, Rhonna Design dan A Beutiful Mess. Sementara yang free, banyaaak hahaha... Saya kadang download buat trial dulu. Kalo ga suka, uninstall. Yang saya cari adalah aplikasi foto yang bisa edit dengan hasil yang stunning. Makanya saya suka ngoprekin applikasinya satu-satu. Ada aplikasi yang keliatannya standar-cenderung-cemen, tapi setelah dioprek, dia punya stiker unyu-unyu =))) So, don't judge an application from it's front look *halah*
Aplikasi edit foto sering saya pakai buat oprek foto pribadi atau untuk jualan. Dari ngecrop, edit shading, sampe adding text. Semua yang saya upload di Instgram atau Facebook adalah hasil ngoprek aplikasi-aplikasi itu. Bukan ngoprek photoshop, eaaa X))

Let's start!

Rhonna Design
Rhonna Design (paid).
Rhonna ini aplikasi buat desain foto, bukan aplikasi yang basisnya buat edit foto. Karena lebih banyak fitur buat desain daripada edit fotonya. Yang banyak tentu saja labels dan berbagai icon bergaya pop vintage. Saya pakai Rhonna buat desain label online shop saya. Template ukuran fotonya dibuat fit untuk Instagram.  Jadi bisa langsung upload (ada fitur direct share). Kalo suka desain bergaya pop vintage, aplikasi ini worth to buy.

A Beautiful Mess
A Beutiful Mess (paid).
Mirip dengan Rhonna, Beautiful Mess (BM) ini adalah aplikasi desain foto dengan template square untuk Instagram. Sayang, pilihan labels dan iconnya tidak sebanyak Rhonna. Saya jarang pakai BM karena alasan itu.


Labelbox
Labelbox (free). Labelbox ini adalah aplikasi khusus nambahin label (pita) di foto. Kalo bosen sama watermark teks standar di foto, ini bisa buat penggantinya. Pilihannya labelnya gak begitu banyak, tapi cukup kok buat milih-milih. Oiya, kalo mau starting, choose photo from the gallery, ya. Jangan dari recent pictures. Saya sempat uninstall karena gagal mulu load photo dari recent pictures. Ternyata solusinya cuma itu, hehehe...
  

Photo Art
Photo Art (free).
Waktu masih pake windows phone, saya pernah install aplikasi macem ini. Bagus hasilnya. Bisa bikin foto berwarna atau hitam-putih hanya pada bagian tertentu saja. Kalo mau rapi memang harus telaten. Kalo saya agak susah rapi karena jempolnya luas hahaha...


InstaSize
InstaSize (free). Karena Instagram mewajibkan semua foto berdimensi 1:1, maka muncullah berbagai aplikasi edit foto untuk upload di Instagram. InstaSize ini merupakan aplikasi crop foto kedua, sebelumnya pernah install aplikasi serupa tapi gak sreg. InstaSize ini cukup "bersih" hasil crop-nya. Ga perlu warna tambahan di sisi kanan-kirinya.




Snapseed
Snapseed (free). Aplikasi edit foto beneran, nih. Fiturnya "serius", hasilnya stunning. Kalo jago ngoprek satu-satu fiturnya, bisa bikin foto jadi keren, lho. Fitur yang sering saya pakai adalah "automatic" dan "drama". Kelemahannya (seperti sebagian besar aplikasi edit foto lainnya) adalah tidak bisa membubuhkan teks pada foto.

PicsArt
PicsArt (free). Aplikasi ini jadi tenar karena Instagram-in-hand. Fitur edit fotonya PicsArt lumayan banyak, bisa tambah teks pula (meski ga terlalu mudah). Selain itu, PicsArt punya fitur yang mungkin jarang ada di aplikasi lain. Seperti, drawing, add photo, clipart dan shapemask yang menurut saya keren banget. Saya paling sering pake fitur kolasenya untuk jualan.


Phonto
Phonto (free). My favorite app! Aplikasi ini spesialisasinya adding text. Yang bikin keren, pilihan font-nya banyaaakk. Sekarang bahkan sudah dilengkapi dengan fitur-fitur baru seperti: curving text, spacing, dan color pattern. Now adding text is never be the same again!


Masih nungguin Camera360? No, I'm not installing face editing app X)) Syudah yaaa, hanya ini yang bisa saya share. Semoga membantu yang sedang hunting aplikasi, ya. So, browse on your playstore now and pick your favorite =)
Ini postingan lanjutan si banci make up amatiran ya, dear... *onlen shop mode on* Yuk mari kita review berbagai macam make up brand, Ada Revlon, Oriflame, Benefit, Max Factor, edebere edebre.

Kalo ngecek foto di atas sih kayaknya udah bisa keliatan yaaa level amatirnya. Produk make up yang saya pakai memang masih level drug store. But still, I loooveee them so much.

So, lets check them closer on!

Maybelline Clear Smooth BB cream, shade natural 02.
Dulu sempet lama pake Aqua Gel Foundation. Kalo suka foundie yang light, Maybelline punya beberapa produknya. Karena si Aqua Gel discontinued, beralihlah saya ke BB cream ini. Sama ringannya sih dengan Aqua Gel, bedanya ini BB cream. Muka keliatan a bit flawless, ya. Kadang kalo males bedakan, saya cuma pake BB cream ajah hahaha...

Revlon ColorStay Liquid Foundation, shade medium beige.
Foundie cair yang level coveragenya medium to heavy ini hanya saya pake kalo kondangan sajah. Waktu nikahan adek kemarin, sempat minta tolong didandanin dengan pake make up kit sendiri. Hasilnya flawless tapi ga heavy kayak didandanin tukang rias. Sebetulnya hanya butuh sedikit confidence, saat mau pake make up agak berani. Dan yang utama sih, practice makes perfect.

Benefit Watt's Up highliter travel size.
Baru kali ini punya highliter tanpa concealer buat contouring. Tapi highlight dan contouring bisa dilakukan dengan hanya concealer aja sebenernya. Pilih satu shade dibawah skintone buat contouring dan satu shade di atas untuk highlightnya. Benefit ini ga terlalu jrengki banget, sih. Tapi quite good buat highliting. Travel size gini aja mayan mahal ye, bok! Jangan sering-sering dipake ah, hahahah...

Basic shading and contouring.
Revlon Touch and Glow Loose Powder shade soft beige 69.
Touch and glow ini kan emang women's sweetheart banget kan, ya. Butirannya lembuuutt dan haluuuss. Bikin flawless juga. Kalo saya abis pake ini dengan spons bawaan, saya sapu-sapu lagi pake powder brush. Tujuannya biar rata dan ga ada bedak yang ngumpul di lipatan kulit macem kelopak mata.

Viva eyebrow pencil on brown shade.
Pensil viva yang brown ini emang juwaraaa... Walau dengan muka nude ga pake apa-apa, hanya dengan pensil alis bisa look more fresh loh! No need more words, deh.

Pixy black eyeliner pencil.
Saya lemah soal eye make up, I have to say. Tapi karena udah mau belajar, akhirnya tangannya lumayan lentur buat pake eyeliner. Eyeliner pixy ini lembut banget. Sekali swatch udah tebel. Kalo jago pake eyeliner bagus, deh. Bikin smoky, eye cat atau eye wing pake ini.
Maybelline mascara Hypercurl Volum Express dan The Falsies.
Dua maskara, makenya jarang-jarang. Kayaknya sih ada korelasinya antara saya yang berkacamata dengan eye make up. Malesnya pake maskara adalah bulu mata jadi "nabrak-nabrak" lensa kacamata. Trus berat, kesannya ngantuk mulu. *zzzzz*

Oriflame Wonder Colour lipliner shade perfect pink.
Suka sama warnanya. Mayan awet juga seharian. Kadang males pakenya karena suka "keluar jalur". Tapi ga keluar bibir loh, yaaa... Kalo udah ketebelan gitu, malah sekalian dipakein sebibir deh! Jadi malah kayak pake lipstick matte, hahahha...

Favorites lipstick: 1)Max Factor Lipfinity shade glazed caramel 590; 2) Revlon super lustrous shade nude velvet 125; 3) MAC 04 Lady Gaga edition.
Semuanya shade nude. Yang Max Factor saya suka karena dua tahap makenya. Pertama basenya yang leave matte. Terlalu matte bahkan, kalo menurut saya. Bagusnya, kalo pake basenya, lipstick jadi aweett... Kedua, glossy finish. Memang semacem lipgloss sih. Kalo mau matte look, saya biasanya pake basenya aja trus cover up pake lipstick lain. Matte for a day long!
Revlon, lipstick favoriiitteee... Blom lama beli yang baru. Creamy, soft, apalah pokoknya okee bangeett. Murce pulaak hahaha...
Last, MAC. Ini favorite tapi paling jarang dipake. Dibandingkan dua lainnya, MAC ini too nude for my lips.
Revlon ColorStay Mineral Make up shade medium.
Ini juga jarang dipake. Bukan karena glowingnya, tapi irit. *lah* Ada sensasi semriwing waktu dipake. Kalo saya pake ini setelah kelar bedakan tapi sebelum blush on. Efek glowingnya bagus buat night make up.

Giordani Gold Bronzing Pearls shade natural radiance.
Ini GG keluaran lama. Entah, ga abis-abis. Nanti abisnya kalo pas diskon 75% yaaa... *calling all Oriflame member* Blush on pake ini tuh naturaaall banget. Disapu berkali-kali ga bikin pipi kayak kepiting rebus, deh. Tetep smooth dan flawless. One of my favorite make up!

Whats not capture but sometimes I (rarely) use it: eyeshadow and compact powder. Eyeshadow: ga begitu ngaruh buatku yang berkacamata. Kalo compact powder, saya males pake karena emang males touch up. Dandan kumplit dengan make up kit di atas, udah sangat cukup buat saya. Jadi merasa ga butuh compact powder lagi.

Nah, selain yang udah saya punya di atas, ada beberapa wishlist yang saya berharap bisa dapet gratiisss *dikeplak*
Whats on my wishlist:
- LT Pro concealer

- NYX eyebrow gel
- Maybelline color tatoo
- Eyebrow and eyeliner brush
Alasan kenapa pengen punya Color Tattoo dan eyeliner brush!
Syudah yaaaa... Panjang beuneuuurr iniihh... See you on the next banci make up (amateur) blog post. Mwacchh![]
Foto ketika pake make up natural. Saking naturalnya, macem gak dandan hahah...
Suka online shopping, kan? Kalo ada dua seller, kita namai si A dan si B, yang menjual produk yang sama namun mereka memakai teknik foto yang berbeda, akan berbeda pula respon para calon pembelinya, loh...

Si A memfoto produknya di lantai. Besar pixelnya sekira lima mega. Fotonya ketika malam hari. Si B, memajang produk jualannya di atas meja polos. Ditemani beberapa daun kering, lalu dibubuhi teks sederhana di pojoknya. Kameranya samalah, sekira lima mega. Seandainya harga yang mereka cantumkan sama, kira-kira mau beli di tokonya A atau B?

Saya sebagai online seller baru, merasa foto produk adalah hal nomer satu yang harus dipertimbangkan. Dengan pengalaman mengamati sebagai buyer dan seller, saya mau cerita sedikit soal ini (tapi dua chapter, ha-ha!). Konteksnya ga melulu tentang jualan, sih. Bisa hobi juga, macem masak-masak, jahit, ngeronce, dandan, anything.

Memang butuh effort untuk menghasilkan foto yang bagus. Trus, effortnya kayak apa, dong?

First, pick a smartphone with huge and stunning specification on camera. Apa? Aipon? No. Ga harus aipon. Toh di beberapa thread ponsel ini ga disebut sebagai ponsel tangguh. (Ciiiyyeee haters, ciyeeee....) Pilih smartphone dengan pixel besar, memori besar, kecepatan besar dan murah. Ada? Adaaaa. Dan bukan aipon. TEUTEEUUPP... *cium hape hello kitty*

Kedua, pilih sumber cahaya senatural mungkin. Outdoor photo session? Yap. Yatapi gak perlu jam 12 teng juga keuleus, ye kan? Bukan cuma jadi keringetan dan gemeteran, tapi memfoto produk di outdoor pada siang hari itu over exposure, loh. Saya ga bilang hasilnya jelek, hanya saja kalo over exposure, warna produk bisa jadi lebih tajam dari aslinya. Other words: makin menjauhi warna asli. Yang paling sempurna adalah pada pagi dan sore hari. Foto saja di dekat jendela di mana sinar matahari masuk dengan baik, itu sudah sangat cukup. Saya pernah nemu tips buat bikin studio box gitu. Studio box itu adalah box buatan yang didesain untuk memaksimalkan cahaya dan background foto. Studio box bisa juga buat foto produk, hanya saja menurut saya lebih ribet bikinnya. Coba googling deh. 


Next, cari background polos. Yakali gak lucu bekgronnya jemuran yang bejubel yang ada underwear bertebaran. Semakin produknya "rame", bekgronnya harus semakin polos. Barang lain yang disertakan dengan barang jualan saya sebut additional stuff. Ini juga optional aja sih, biar si produk ga kesepian aja, hahahah... Additional stuff juga jangan banyak-banyak. Konon dalam satu frame, sebaiknya jangan lebih dari tiga barang. Lebih dari itu, kayaknya jadi kurang fokus, ya. 

Kalo saya, untuk jualan aksesoris, saya mau repot-repot effort more to gain much more. Menurut saya, aksesoris tak bisa difoto begitu saja lantas ada yang mau beli. Memfoto kalung yang ditaro di lantai? Saya pernah kok. Semacam "dosa" yang tidak boleh terulang lahi, hehehe... Padahal, aksesoris sebaiknya kelihatan detail maniknya, dapat memperlihatkan warna seperti aslinya dan difoto dengan cantik. 


Saya pakai alas foto kayu asli yang warna kayu dan teksturnya natural. Selalu foto di pagi hari ketika Levi tidur setelah pulang main. Dan tentu saja dilakukan dengan terburu-buru: ambil alas kayu dan menyusunnya, ambil segambreng kalung sambil pikir-pikir additional stuffnya. Gak sempat deh mikir mau foto dengan konsep apa, gimana-gimana. Semua saya pikirkan selagi menyiapkan semuanya. Kalo si mbak lagi jadwal nyuci, saya harus lebih cepat lagi sesi fotonya. Maklum ya, ruang foto itu adalah jalan menuju tempat jemur baju, hahaha... Jadi yaa, mau gak mau harus sekali jadi. Kalo saya gak puas sementara Levi udah bangun, harus mau ulang lagi besoknya. Rem-to the-vonk ya boookk...

Sama dengan foto makanan. Aduh, jangan pernah foto pake blekberi apalagi malah hari. Sumpah ga bakal keliatan jelas, deh! Ya tergantung blekberinya kali ya. But still, dont you ever take a picture at night (with your two mega pixels phone camera). Mana udah gemeteran pegang blekberi yang loading kameranya tergantung kapasitas foto, eh jadinya ngeblur. Deuh, dadah babai deh.

Sama kayak foto produk, just put your food in a plain plate, then take the plate near the window, capture it with some of them more focused. Bolehlah tata talenan kayu bersih dengan sendok kayu sebagai additional stuff. Gak lama ada yang pengen minta resep? You made a good picture! Atau ada yang jadi pengen order? You made the good picture into a business.

Nah, buat yang hobi dandan, sepertinya secara prinsip sama, tapi mungkin lebih rumit karena harus detail. Kalo jualan kosmetik, alangkah asiknya kalo si seller foto hasil make up yang dia pakai. Terlepas apakah calon pembeli jago dandan atau engga, siapa sih yang gak suka liat foto detail make up yang bagus? Eye make up keren, atau wajah nude yang sehat. Nah itu susahnya, butuh asisten atau minimal tripod, hahaha... Foto produk kosmetiknya juga bisa dbuat unik. Jangan asal jejer di lantai, yaa hahaha...

Udah kali, ya. Sepertinya cukup. Tiga hal sih yang esensial: kamera, pencahayaan dan background. Kalo ada yang kurang nanti ditambahin. Next, setelah foto, trus udah? Eh, ada banyak aplikasi buat edit foto loh. Nambahin teks unyu di foto, cropping sampe mainin shading dan exposure. Kapan-kapan saya share sejumlah aplikasi (android) yang selama ini saya pakai buat edit foto. Beberapa orang pernah tanya soal ini. Yang gak sempat saya jawab dengan detail, nanti saya posting, ya.

Nggg... Kapan? Kapan-kapan. *zzzz*
Ijinkanlah kali ini saya mau posting lanjutan tulisan review make up oleh banci dandan amatir, pemirsah! Saya udah bilang amatir, lho, jadi jangan diketawain yeess. *disclaimer* Saya tiba-tiba pengan sekali-kali bahas make up lagi. Dulu udah pernah bahas sih, lama banget. Kalo mau dilihat lagi, postingannya kayaknya bakal sama amatirnya deh hahaha...

Saya emang lagi belajar pake bedak, pemirsah. Kenapa tumben-tumbenan? Ada dua hal. Pertama, saya begitu banyak dan serius ngumpulin alat dempul satu persatu dan hampir ga pernah dipake. Misalnya eyeliner. Ngumpulin dari jenis pensil, krayon sampe liquid. Dipake? Engga. Just because I don't know how to wear it. Sumpah, deh. Sering banget ngecek make up kit dan nemu beberapa barang udah out of date alias kedaluarsa. Oh my.

Kedua, sebentar lagi adik saya mau nikah. Hal yang terbayang adalah: didempul puluhan lapis foundie sama tukang rias! *lebay tak terkira* Etapi beneran, ya. Saya sebetulnya males didempul sama tukang rias kecuali terpaksa *lah* Tapi apa daya, eik blom mahir dendong ye ceuuukk. Kelar acara, bersihin muka, besokannya jerawatan. Haiyaaahh... Selamat datang muka ancur yang jadi makin ancuuurr...

Another story. Dulu saya males dandan karena menurut saya kulit muka saya ini ga layak didandanin. Udah berminyak, banyak jerawat batunya pula. Deuh. Padahal, kunci mau belajar pake bedak (my term according to this) adalah tau kondisi kulit muka. Belajar mengenali struktur kulit muka kita, belajar mengenali skin tone, undertone, respon kulit kita terhadap produk tertentu and many more.

Setelah ke Jakarta dan mulai cari kerja, posisi dandan mengubah beberapa hal. You can't came to an HRD Manager with f***ing nude face. No matter how beauty you are. Juga bukan berarti kudu full make up lenongan yee... Dandan, in some point, menurut saya adalah cara perempuan menghargai dirinya sendiri (dan orang lain yang melihat). Jadi jangan sampe salah dandan ye, bok! *keplak diri sendiri*

Ada korelasi antara skin care dan make up. Skin care dibutuhkan agar kulit wajah siap untuk dimake up daaaann supaya kulit tetap sehat setelahnya. Make up akan menyempurnakan wajah yang sehat itu. Saling bertautan, ya. Makanya skin care juga penting, selain belajar cari produk yang tepat buat dandan. 

After all, niat buat mau belajar adalah segalanya. Percuma punya alat tempur buat dandan komplit, tapi tetep ga bisa pake bedak. Berdayakan smartphonenya dong cincaaaaa... *keplak diri sendiri* On the next post,.I'm gonna share some (cheap) make up tools that I have and use untill now. Kapan? Kapan-kapan. *hoams*[]

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers