- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

Escape to Pekalongan

Nyambung postingan soal little escape ke Cirebon-Pekalongan, sekarang saatnya bahas perjalanan ke Pekalongan yah. Nah, untuk menuju Pekalongan, dari arah Cirebon kita bisa lewat tol Pejagan. Jalan tol yang konon dibuat oleh salah satu pengusaha dan petinggi parpol ini (tahun 2014 ini nyalon presiden juga bok!) menurut saya adalah jalan tol termahal yang pernah saya lewati. Jaraknya memang panjang, tapi material jalan yang menggunakan beton ini bisa bikin kondisi ban mobil lebih cepat tipis dan berisik. Ini jadi bahan gosip sepanjang perjalanan kami di mobil, hehehe…

Dari Cirebon kami berangkat sekitar pukul 3 atau 4 sore. Sampai di Pekalongan pukul 9 malam. Ada beberapa titik yang lalulintasnya agak padat, sih. Dengan kecepatan maksimum (ada emak-emak bunting soalnya hehehe), relatif agak lama juga sampainya. Kami menginap di Hotel Hayam Wuruk Pekalongan. Kondisi kamarnya lebih baik hotel yang di Cirebon sih. Lantainya tidak bersih. Sebetulnya hotel ini kami pilih karena waktu itu mau booking Hotel Pekalongan tapi teleponnya tidak pernah diangkat. Besok paginya, baru tahu kalau Hotel Pekalongan itu sebelahan sama Hotel Hayam Wuruk, hahaha… Lain kali lebih baik ke Hotel Pekalongan, deh. Sebab, menurut bapak tukang becak yang mengantar Uti-Akung waktu mau jalan-jalan pagi ke pasar, Hotel Pekalongan lebih baik daripada Hayam Wuruk. Yah, kapan-kapan boleh dicoba lagi deh :D
 
Esok paginya, setelah kami mandi dan sarapan (hasil hunting Uti-Akung ke pasar yang ternyata hanya berjarak 500 meter dari hotel), kami menuju ke Museum Batik lalu belanja batik. Sarapan dari hotel sebetulnya ada: dua gelas the manis hangat dan dua tangkup roti panggang. Sayangnya, waktu itu sarapan tidak kunjung diantar sampai akhirnya si ayah bilang ke staf hotel bahwa kami belum dapat jatah sarapan. Nah hari itu kami bergegas karena siang hari harus sudah dalam perjalanan pulang ke Jakarta. Sebab si ayah harus dinas ke Jogja besok malamnya *what a journey ya, Ayah hehehe*

Mencari Museum Batik ini lumayan susah. Tapi akhirnya ketemu juga (dengan tidak sengaja hahaha). Waktu itu sepi, mengingat tanggal 25 Desember dan masih pagi pula. Tapi malah leluasa, sih. Tidak berisik, hehehe… Harga tiket masuk dewasa Rp 5.000 dan anak-anak Rp 2.000. Ada satu guide yang mengajak berkeliling dan menjelaskan satu per-satu display yang ada. Oh ya, di dalam ruang koleksi tidak boleh foto-foto, lho. Terutama foto pada motif-motif batiknya. Di luar itu, silakan saja foto sepuasnya, hehehe…

Sampai di akhir kunjungan, ada dua orang mbak-mbak yang duduk di sebuah ruangan terbuka. Ruangan itu ternyata adalah ruangan untuk praktek membatik. Sebetulnya di sana ada workshop membatik dan setiap orang yang mau ikut dikenakan biaya (lupa berapa). Karena waktu itu sedang libur, jadinya kami diajari mencanting saja (tanpa proses celup-celup). Gratis sih, ga dikenakan biaya hehehe… Truuus, di depan museum ada toko kecil yang jual berbagai produk batik. Dari baju, sandal, tas, pensil, sampaaaiiii helm batik! Harganya menurut saya relatif lebih murah daripada waktu kami belanja di Cirebon. Blus lengan panjang waktu itu harganya 160 ribu saja. Padahal waktu di Cirebon sampai 200an. Sebelum cuuus belanja batik, kami sempatkan foto-foto dulu di abjad B-A-T-I-K di depan museum.

Untuk belanja batiknya, kami memutuskan belanja di Pasar Sentono. Pasar itu sudah pernah disinggahi si Uti, dan Uti pengen belanja di sana lagi. Ternyata Pasarnya besar, parkirnya luas dan terdiri dari banyak kios-kios. Ga enaknya sih, aku pegel harus muter-muter cari kios yang jual batik bagus. Kalau di Trusmi kan satu tempat, tuh. Pegel tinggal duduk, hehehe… Kayaknya kami menghabiskan waktu sekitar dua jam-an di sana deh. Rada kalap juga setelah nemu satu kios yang jualannya sreg buatku. Soal harga, sudah relatif lebih murah sih. Tapi pedagangnya peliiiiit, ga mau turun harga banyak-banyak. Hihihihi…

Setelah puas belanja, kami langsung menuju mobil dan pulang. Akhirnya, little escape berakhir sudah. Seru dan menyenangkan! Kapan-kapan pengen main lagi ke kota-kota kecil yang ga butuh waktu tempuh lama, ah… Eksplorasi destinasi wisata baru, hehehe…[]

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers