- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

Entah saya yang lagi sensi berat atau memang perempuan itu seneng banget bikin orang kelihatan terluka karena ucapannya, ya?

What I’m trying to say is: please stop make judgment. Whatever it is. 

Konteksnya? Klise: ibu rumah tangga dan (should I follow them to add “versus”?) ibu bekerja. Kenapa klise? Karena di mana-mana saya pasti nemu perempuan yang sinis berkomentar tentang itu. Kalau ia ibu rumah tangga, berkomentarnya tidak jauh dari: buat apa punya uang banyak tapi keluarga terlantar? Jika ia ibu bekerja, kira-kira seperti ini: itu ijazah buat apa kalau tidak dipakai? Atau kalo saking kurang kerjaannya, suka bawel nanya ke orang yang ga begitu dekat tentang kapan nikah. Kapan hamil. Atau kapan nambah anak. #pfft

I”ll tell you, I was a stay at hom mom and once I had a fabulous experience to be a working mother. And now (yes, NOW) I’m being a stay at home mom again. And if you asked me whether I had to choose one of them, I’ll say: both are great roles. You’ll never know how beautiful and painful at the same time if you never know how it was.

Kalau sekarang saya di rumah lagi, bukan karena juga saya merasa bekerja itu gak bermakna. I had some complicated experience when I’m pregnant right now. Saya seneng di rumah karena bonding dengan anak makin rekat. Tapi dengan bekerja, pada beberapa titik saya merasa dihargai dan menghargai diri sendiri. Kalo disuruh milih mana yang lebih baik, ya itu personal decision. Sama seperti alasan saya kembali ke rumah itu tadi. Sayangnya, sebagian perempuan merasa pilihan hidup perempuan lain harus dilihat dari di mana ia berdiri. Sulit untuk membiarkan perempuan lain berlalu dengan kehidupannya.

Pertanyaannya: WHAT”S WRONG WITH YOUR LIFE, LADIES?

Ibu bekerja itu juga kerap merasa bersalah ketika harus dinas sementara anaknya sakit. Atau anaknya ulang tahun. Atau wedding anniversary. You name it. Ibu rumah tangga bukan tanggung jawab yang mudah. I called it a 24/7 job. Jam istirahat ga jelas, ga ada libur apalagi cuti, dan oh THR, menurut lo? Saya punya beberapa role model stay at home mom yang beneran total. Dan mereka jadi role model saya karena saya ga pernah lihat mereka NYINYIR. 

Gak perlu ngerasa besar kepala deh, hanya karena sudah nikah dan punya anak komplit lalu nyinyir kepada teman yang masih single. Apalagi pake ngebawelin ibu baru yang masih kesulitan ngasih ASI—without being asked. Mind your own breast, please. There’s million ways to show that you care. Yes, CARE.

Masih ngerasa harus nyindir ibu bekerja yang tidak pernh ikut rapat komite sekolah? Go stop it and mind that “nongkrong-nongkrong” at school is your own choice. Don’t ever blame others. Oh, and stop doing your kids homework in the class too. They won’t realize what is responsibility unless you let them learn about it.
 
Saya sih gak lagi kampanye biar pada gak menggonggong, ya. Itu sih pilihan lah. Mungkin mereka sedang kurang piknik.[]

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers