- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

Yuk, masak!

[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Sejak di Jakarta, saya malas masak. Entah, mungkin karena di sini provides anything, termasuk kebutuhan lauk-pauk sehari-hari, jadi keenakan tak mau susah-payah mikir mau masak apa, belanja, sampai proses masak-memasaknya. Selain itu, Mami (ibu saya) yang bekerja dari pagi sampai sore hari tak punya waktu juga untuk urusan beginian. Jadilah beliau pelanggan setia Mbak Sayur yang lewat setiap pagi. Mbak Sayur membawa banyak pilihan menu lauk-pauk. tetapi sebetulnya pilihannya itu-itu saja, jadi tetap saja harus masak untuk sekedar alternatif makanan.

Kalau di Jogja, saya benar-benar usaha untuk aktivitas yang satu ini. Mulai dari menentukan menu makanan, belanja setiap hari ke pasar naik sepeda bersama Chiya, memasak sambil multitask: menjaga jemuran, menemani Chiya main di halaman belakang dan sebagainya. Saking bingungnya, saya akhirnya memutuskan untuk mencatat tiap menu yang sudah saya masak hari ini. Sehingga jika sewaktu-waktu saya bingung bukan kepalang mau masak apa untuk menu hari ini, maka saya tinggal membuka catatan menu saya itu. Lumayan membantu. sih. Alternatif lainnya tentu saja browsing resep-resep lezat dan mudah dari internet. Waktu itu saya rajin online dan menjajal beberapa resep lezat. Tapi kali ini, resep-resep yang saya posting bukan dari internet. Beberapa adalah menu favorit yang biasa saya sajikan. Jadi, layak untuk dicoba!

GADO-GADO SIRAM
Kalau gado-gado Betawi, biasanya bumbunya diulek dan sayurannya dicampur bersama bumbunya. Demikian juga dengan panganan berbumbu kacang sejenis, macam lotek, ketoprak dan lain-lain. Resep ini saya dapat dari seorang teman yang pernah jadi juragan kantin Fakultas Hukum kampus saya. Karena kepingin, saya sms: minta bocoran resep. Dan inilah dia!

BAHAN ISI:
Sebetulnya aturan main dalam masak-memasaka adalah selera. Jadi saya juga tak ingin membatasi pilihan bahan isi untuk gado-gado ini. Kalau saya biasanya:
- Tahu cina yang dipotong one-bite-size dan digoreng sesukanya.
- Kentang yang juga dipotong seukuran satu gigitan dan digoreng (atau bisa juga kalau mau direbus atau dikukus).
- Telur ayam yang direbus lalu dikupas dan dipotong separuh bagian.
- Sayuran yang direbus/dikukus: wortel yang dipotong korek api, kecambah yang dibersihkan akar atau kepalanya, dan dau selada (bisa ditambahkan sayuran lain jika suka).
- Tambahan: kerupuk nasi uduk (yang kecil-kecil itu lho), bawang goreng dan kecap manis.

PEANUT SAUCE:
 Karena yang membuat sajian ini lezat adalah saus kacangnya, maka jangan pelit-pelit memberikan kcang tanahnya. Saya tak punya ukuran pasti dan presisi mengenai seberapa banyak kacang tanah yang dibutuhkan. Jadi dikira-kira sendiri aja, yaaa... haha!
Nah, karena ini abad 21, kita bisa mengandalkan blender atau food processor, jika punya. Kacang tanahnya digoreng bersama dengan beberapa siung bawang putih dan cabe (kalau mau pedas), tapi bawang dan cabe diangkat lebih dulu. Waktu goreng kacang, jangan meleng. Nanti kalau gosong sedikit, rasa saus kacangnya jadi pahit.
Nah, setelah kacangnya diangkat dan agak dingin, baru dimasukkan ke dalam blender bersamaan dengan bawang putih dan cabe. Lalu campurkan dengan santan kental. Jika blendernya sampai tidak bergerak, itu tandanya kurang air. Bisa ditambahkan air atau santan lagi. Kemudian sehabis melumat kacang, sausnya dididihkan. Pindah ke panci atau sauce pan, tambahkan daun jeruk yang sudah disobek-sobek. Semakin banyak daun jeruk, akan semakin sedap. Bumbui juga dengan garam dan gula jawa. Aduk-aduk terus, jangan sampai permukaan panci lengket dan gosong. Hentikan sampai sausnya mengental.

STEPS:
Karena namanya gado-gado siram, maka tata bahan isi di atas piring, lalu siram saus kacangnya. Taruh kerupuk dan tambahkan kecap manis. Voila! Bon apetite!

PANGSIT GORENG
Hehe, kalau yang ini sebetulnya resep gak-sengaja-nemu. Maksudnya, awalnya saya mau bikin sup pangsit, karena sudah agak lama, kulit pangsit yang ada di kulkas jadi mengeras. Nah, karena sudah tak mungkin buat bahan sup, akhirnya saya siasati untuk digoreng saja. Dan hasilnya? Setengah jam berkutat di dapur, tak sampai lima menit pangsit gorengnya ludes ^_^

BAHAN:
- Kulit pangsit
- Isinya bisa macam-macam, kalau saya: daging ayam yang direbus dahulu, cincangan wortel, dan daun bawang. Karena kulit pangsit tidak bisa memuat banyak isi, kalau bisa jenis isiannya juga jangan terlalu banyak.
- Bumbu: garam, merica dan kaldu bubuk (kalau mau).

STEPS:
- Kalau kulit pangsitnya kaku karena kelamaan di kulkas (seperti kasus saya itu), basahi dulu dengan percikan air. Setelah agak lemas, bisa mulai disi dengan isiannya yang sudah dicampur dengan bumbunya. Ingat, sebelumnya dicicip dulu isiannya, takut keasinan (dan disangka pingin kawin, haha).
- Setelah itu, bagian atasnya dipelintir sambil ditekan agar merekat. Kalau tadi pakai air dan masih basah, bisa langsung lekat kok.
- Goreng pada minyak panas dengan api sedang. Sajikan dengan saus, jaminan langsung ludes! Selamat mencoba!

ES LECI
Menu ini inspirasinya dari tetangga yang sedang mengadakan arisan dan menyuguhkan menu segar ini. Beneran segar lho! Yuk, coba.

BAHAN ISI:
- Buah Leci, bersihkan isinya.
- Stroberi, potong jadi delapan bagian.
- Nata de coco.
- Biji selasih.
- Agar-agar yang siap pakai. (Kalau mau agak sedikit usaha cari ke pasar, bisa nemu agar-agar yang sudah dicetak kecil-kecil. Banyak pilihannya, ada yang bentuk mawar, bundar-bundar, bentuk ikan, alfabet, dan lain-lain. Ukurannya tidak lebih besar dari ukuran kuku tangan lho! Imut kan?)
- Silakan tambah bahan lain yang disuka.

STEPS:
- Masukkan semua bahan dalam satu wadah, tambahkan sirup leci dan air matang, icip terus sampai rasanya pas, lalu masukkan es batu saat akan menyajikan.
- Sebenarnya pakai sirup rasa lain tak masalah sih, asal rasanya pas dengan isis dan buah-buahannya.


Nah, gimana? Gampang kan? Saya ini bukan cooking expertise, jadi kalau saya saja bisa, maka yang lain juga lebih jago doonngg...

9 comments:

  1. nanti aku contek ya resepnya :) mudah2an ga males masak akunya hehehe

    ReplyDelete
  2. boleeehhhh... monggooooo... silakeenn.... yang banyak sekalian ya, bu... terus kirim ke sini, hehehehe....

    ReplyDelete
  3. SIp deh resepnya, di rumah ada pangsit, iya ya jd keras, nti dipraktekin hehe

    ReplyDelete
  4. kebalikan nih bun, aku skrg jd suka masak soalna semua peralatan tersedia, malah banyak temen bilang, ini jauh2 buat belajar masak ya hehe. btw, es lecinya boleh dicontek ya ...

    *blognya aku link ya bun ...

    ReplyDelete
  5. bunda Amira: iya, dibikin aja bun... enak deh buat cemilan pas ujan2... hehehe...

    mbak Isma: waaahhh... tar balik ke jogja dah jago masak hawaian style nniii.... boleh dishare resep2 yang enak2, mbak... (yang gampang2 aja ya, soalnya ga jago masak nih, hihi!)

    ReplyDelete
  6. wahh..kalo aku sih harus bisa masak selama tinggal di rantau..sebenernya ada beberapa orang indo yang jual makanan tapi kalo gak cocok dimulut kita..yah terpaksa deh harus bisa masak....

    ReplyDelete
  7. nyemnyem...jadi ngiler niy bund;p pasti chiya tambah sehat dengan menu begitu:)

    ReplyDelete
  8. bunda, shoutboxnya di locked yahh???

    ReplyDelete
  9. haduuhhh... maappphhh baru buka blog....

    iya,ya, Mbak Bintang... kok gak bisa yah?? tar ku utak-atik dulu deh... makasih dah diingatkan... ^_^

    ReplyDelete

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers