- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

Ya Tuhan....

Mungkin berlebihan, tapi sungguh, saya mau nangis waktu nulis ini. Belakangan ini saya sedang rapuh. Entah, harus disebut apa, sepertinya sebutan rapuh juga tak tepat. Mungkin jenuh. Mungkin....

Tapi satu yang pasti: saya tak merasa bisa mengatasinya. Tak kuat. Jika mampu, saya ingin memilih sebuah tindakan eskapis atau sebangsanya. Sebuah pilihan pengecut, mungkin. Tapi mau bagaimana lagi, saya butuh sendiri. Saya perlu merenungi semua ini. Saya sangat menginginkan waktu untuk diri saya sendiri. Hanya saya dan diri saya sendiri. Tak ada orang lain. Bahkan mungkin Tuhan.

Saya mau sendiri saja. Kali ini saja. Sebab saya merasa saya sudah cukup mendedikasikan seluruh diri, jiwa, hayat, dan nafas saya untuk orang-orang di luar diri saya sendiri. Lalu diri saya protes: adakah waktu untuk dirimu sendiri? Adakah kesempatan untuk mewujudkan mimpi?

Saya cuma bisa menunduk. Saya memang pernah menawarkan banyak hal-hal indah untuk diri saya. Saya memang tambah sabar, tetapi di sisi lain saya juga jadi liar. Saya hanya butuh waktu untuk sendiri. Sendiri saja.

Saya tak kuat............

0 comments:

Post a Comment

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers