- sepetak ruang kecil untuk menjadi diri sendiri -

Bakmoy ayam favorit

[Mau resep yang lain? Sila cek Cookpad saya, ya.]

Bisa dibilang saya baru mulai masuk dapur dan teratur menjadi personal cleaning service dalam keluarga sejak menikah. Sebelumnya? Wuuu... saya seperti remaja perempuan  kebanyakan: malas dan "alergi" dengan hal-hal yang berhubungan dengan ke-perempuan-an macam memasak atau beres-beres. Overall, boleh dibilang perkejaan rumah itu baru saya alami dan pelajari ketika waktunya tiba. Termasuk: cooking. Tantangan terbesar saya (waktu itu) adalah ketika bayi saya mulai memasuki masa mengkonsumsi nasi atau makanan padat. Sementara kemampuan memasak saya yang cocok untuk bayi usia sembilan bulanan hanya sup. Mulai dari sup dimodifikasi, sayur bening dengan variasi isi, hingga bakso kuah atau soto. 

Nah waktu ikut Posyandu di Minomartani (Sleman, Yogyakarta, *rumah pertama kami), saya mendapati semangkuk sayur yang... lucu, lezat dan bergizi. Sebab itulah pertama kali saya menemukan sayur sejenis sup yang isinya daging ayam, tahu putih dan wortel. Dan... tentu saja: enak! Karena penasaran dan saya juga harus memperluas variasi makanan buat Chiya, akhirnya bertanyalah saya pada ibu tetangga yang ikut jadi penitia Posyandu. Dan kata beliau, itu adalah bakmoy. Hah? Bakmoy? Nama yang lucu...

Hingga akhirnya, bakmoy ayam menjadi favorit hingga kini. Chiya selalu exciting kalau sudah tahu Bundanya mau masak bakmoy. Oya, waktu dulu diberitahu resepnya, awalnya bakmoy ini pakai Tongjay atau Tongjae. Setelah saya coba, ternyata Tongjay adalah preservatived vegetables. Setelah saya baca, jenis sayur yang diawetkan adalah sawi dan sayur-sayur lain. Harumnya memang menggoda dan mampu membuat bakmoy menjadi sedap, namun saya tidak senang karena Tongjay adalah sayuran awetan yang tidak segar. Setelah konsultasi (lagi), akhirnya saya disarankan memakai ebi, atau udang kering sebagai subsitusi Togjay. Sebagai hasil akhir, sama lezatnya kok! Selain juga bisa lebih "aman" dan sehat... Here we go, check the recipe below then try to find out! Gampang 9banget) kok... Trust me, i'm not a very expertise cook.. ^0^

BAHAN:
- 1/2 kg ayam, rebus, kemudian potong-potong dadu
- satu potong tahu cina ukuran besar, potong-potong dadu kecil, goreng sampai kecoklatan (saja)
- dua buah wortel ukuran sedang, potong-potong dadu
- daun bawang dan seledri


BUMBU:
- empat butir bawang putih
- sebutir utuh kemiri
- 1 sendok makan ebi
(semua bumbu dihaluskan, kecuali ebi. lalu digongso bersama ebi.)


CARANYA, gampang banget, sumpah!
Sama seperti memasak sup. Masukkan wortel lebih dulu, kemudian ayam dan tahu berturut-turut. Bumbu gongso dimasukkan, lalu bumbui dengan kecap manis secukupnya saja, serta garam dan gula. Terakhir, masukkan irisan daun bawang dan seledri. taburkan bawang goreng sebagai finishing. Voila, bakmoy ayam siap disantap. ^U^

3 comments:

  1. idemm mb..
    anakku demen bgt ama bakmoy
    aku juga taunya dari "acara timbangan" tiap tgl 16...
    makan yg banyak ya chi
    *hidup sayur mayur*

    ReplyDelete
  2. sepertinya bakmoy memang andalan para ibu2 anggota posyandu di jogja ya mbak?? btw, anaknya dah jadi jagoan kan?? berkat bakmoy... hihihi... salam... ^_^

    ReplyDelete
  3. aku juga suka banget ma bakmoy .. ;))
    tapi saya bukan ibu2 lho :D
    salam kenal mbak..

    ReplyDelete

Blog Hits

Hello

"Membuat jarak paling intim antara suara hati dan memori adalah dengan menuliskannya pada sebuah tulisan. Dan kamu, sedang menuju ke tempat milikku."

Enjoy reading.

Popular Posts

Followers